5 cara meningkatkan produksi ASI

5 Cara Meningkatkan Produksi ASI

Berbagai banyak faktor berpengaruh terhadap produksi ASI yang dihasilkan oleh ibu. Penting bagi Anda untuk mengetahui cara untuk membantu Anda mempertahankan produksi ASI selama mungkin. Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi.

Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh air susu dari orang lain.

Berikut 5 cara yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI :

1. Sering Menyusui Bayi

Semakin sering Anda menyusui, semakin banyak pula hormon prolaktin yang dihasilkan, maka akan semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Perlu diingat, ini dilakukan dengan menimbang adanya perlekatan antara mulut bayi dan puting yang benar.

Sediakan waktu untuk meyusui selama 20-30 menit setiap 2-3 jam setiap harinya, dan di antaranya Anda dapat memberikan ASI tambahan sebagai “snack”. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, frekuensi bayi menyusui akan berkurang. Jangan lupa untuk tidak menunda menyusui jika bayi Anda sudah mulai lapar.

2. Suasana Nyaman Saat Menyusui

Ketika Anda ingin menyusui, buatlah suasana yang nyaman dan rileks untuk Anda. Carilah tempat duduk yang nyaman, sediakan minum yang cukup, dengarkan musik atau sambil menonton televisi, dan jauhkan diri Anda dari gangguan seperti telepon genggam agar tidak mengganggu proses menyusui. Bernapas secara perlahan dan dalam dapat membantu Anda merelaksasi diri Anda.

3. Pijat payudara

Sambil menyusui, Anda dapat memijat payudara secara perlahan untuk membantu proses pengeluaran ASI. Pijat mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam. Berhati-hatilah supaya tidak memijat hingga ke puting payudara karena dapat mengganggu bayi saat menyusui.

4. Kebahagiaan ibu

Kondisi psikologis ibu juga berperan dalam produksi ASI. Ketika Ibu mengalami stres secara psikologis, ibu akan menghasilkan hormon stress yang membuat produksi ASI menjadi berkurang. Penyebab stress bisa bermacam-macam, kebanyakan disebabkan oleh faktor dari luar seperti sikap tidak mendukung dari orang lain terhadap menyusui dan justru menyarankan untuk memberikan susu formula.

Kasih sayang dari keluarga juga dibutuhkan untuk mengurangi stress. Kondisi seperti baby blues dan depresi pasca melahirkan (postpartum depression) juga sangat berpengaruh terhadap produksi ASI.

5. Mengonsumsi Susu Kambing Etawa

Telah dijelaskan pada situs IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) bahwa dalam mempersiapkan kehamilan dan menyusui, nutrisi yang harus dipenuhi adalah karbohidrat, protein, asam amino esensial, lemak esensial, mineral dan vitamin, serta air.

Dari hal tersebut, dr. Atika dari KlikDokter kemudian menjelaskan, “Saat melakukan persiapan untuk menyusui, ibu hamil memang penting untuk mendapatkan asupan protein yang tinggi. Nah, protein tersebut bisa diperoleh dari susu kambing Etawa.”

Jika anda tertarik untuk mebeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *