Apa itu Kanker Payudara ?

Apa itu Kanker Payudara

 

Pengertian Kanker Payudara

Kanker payudara adalah pertumbuhan abnormal sel-sel payudara yang terkadang dapat dirasakan sebagai benjolan atau massa yang disebut tumor. Tumor terjadi ketika sel-sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan. Suatu tumor payudara dapat bersifat jinak (tidak bersifat kanker) atau ganas (bersifat kanker). Sel-sel yang bersifat kanker dapat menyebar di dalam payudara, ke kelenjar getah bening di ketiak Anda, dan ke bagian tubuh Anda yang lainnya.

Kumpulan dari sel kanker ini kemudian membentuk tumor ganas. Sekitar 80 persen pembentukan sel kanker dimulai di saluran susu (duktus), 15 persen di kelenjar susu (lobulus), dan 5 persen di dalam jaringan ikat. Penyakit ini terjadi hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Ciri-ciri Kanker Payudara

Ciri-ciri kanker payudara yang paling khas adalah munculnya benjolan di payudara. Benjolan yang dicurigai sebagai kanker payudara memiliki tekstur yang padat, keras, memiliki batas yang tidak jelas, bisa menempel, dan permukaannya tidak rata.

Namun, jangan salah mengira kalau benjolan tanda kanker payudara akan terasa nyeri. Sebab pada kenyataannya, benjolan pada payudara sebagai tanda kanker justru tidak terasa nyeri sama sekali.

Itulah mengapa tidak sedikit wanita yang menganggap enteng saat benjolan ini muncul, karena tidak adanya rasa nyeri diartikan bahwa benjolan dipikir tidak berbahaya. Padahal, justru sebaliknya, tidak adanya keluhan karena tidak muncul  nyeri malah akan membuat benjolan terus berkembang hingga menyebar kemudian.

Perkembangan kanker jenis ini bisa menyebar dalam 3 cara. Meliputi penyebaran sel kanker secara perluasan, limpatik, maupun melalui darah.

Bila benjolan tanda kanker payudara tumbuh dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik ke dalam dan agak susah digerakkan (lengket). Dalam hal ini, penyebaran sel-sel kanker biasanya melalui pembuluh limpatik ke kelenjar getah bening (limpatik).

Pada payudara, keterlibatan limpatik membuat kulit payudara di atasnya tertarik, sehingga seolah mirip dengan kulit jeruk yang juga membuat puting payudara ikut tertarik. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan remaja perempuan yang sejak awal memang memiliki puting tertarik atau seperti masuk ke dalam.

Gejala Kanker Payudara dapat meliputi satu atau lebih dari hal-hal berikut ini:

Kondisi ini tidak berarti wanita tersebut memiliki penyakit ini. Selain itu, tanda dan gejala kanker payudara yang dapat Anda kenali lainnya yakni:

  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
  • Benjolan yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada payudara
  • Pendarahan atau keluar cairan yang tidak biasa dari puting
  • Kulit payudara yang tertarik ke dalam atau mengkerut
  • Gatal dan ruam yang terus-menerus di sekitar puting
  • Puting yang tertarik ke dalam
  • Kulit payudara yang membengkak atau menebal
  • Perubahan bentuk pada puting payudara. Hal ini khususnya terjadi pada penyakit paget atau paget’s disease.
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna.
  • Puting tiba-tiba memerah dan lecet tak sembuh-sembuh tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut, khususnya pada stadium lanjut.
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.

Apabila Anda mengalami atau mencurigai salah satu tanda dan gejala penyakit ini seperti yang telah saya sebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan supaya Anda mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Dengan tanggap terhadap tanda kanker sedini mungkin, maka peluang Anda untuk sembuh dari penyakit ini juga semakin besar.

Baca juga : Informasi tentang Air Susu Ibu (ASI).

Kapan seorang penderita harus periksa ke dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mencurigai memiliki salah satu tanda atau ciri-ciri penyakit ini seperti yang sudah disebutkan di atas. Pemeriksaan payudara secara mandiri dan teratur penting untuk dilakukan.

Apa saja penyebab kanker payudara?

Penyebab kanker payudara belum diketahui pasti. Namun, secara mekanismenya, perkembangan kanker diawali dengan adanya pertumbuhan sel kanker yang abnormal.

Perkumpulan dari banyak sel kanker akhirnya membentuk tumor ganas. Tumor ganas inilah yang kemudian membentuk sebuah benjolan di payudara. Benjolan dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, maupun ke bagian tubuh yang lain.

Sebenarnya, penyebutan “penyebab” pada kanker payudara dirasa kurang tepat. Seperti yang telah disinggung di awal, penyebab kanker ini belum sepenuhnya diketahui.

Lebih baik, disebut dengan “faktor risiko” untuk menggambarkan kemungkinan yang memicu munculnya kanker. Ini karena ketika seseorang memiliki kanker payudara dan punya faktor risikonya, maka faktor risiko mungkin saja dapat dijelaskan sebagai penyebabnya kepada orang tersebut.

Sekitar 5‐10 persen penyakit kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen 1 (BRCA1) dan gen 2 (BRCA2) yang diturunkan oleh keluarga.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki riwayat kanker payudara di dalam keluarga, sebaiknya konseling genetik dan dirunut samanda pedigree dan diambil sampel darah untuk tes genetik yang bertujuan mendeteksi dirinya dan keluarga serta rekomendasi solusinya.

Siapa yang berisiko terkena penyakit ini?

Kanker payudara bisa dipicu oleh banyak faktor (multifactorial). Berikut ini berbagai faktor risiko yang dapat menjadi penyebab penyakit ini adalah:.

1. Jenis kelamin

Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis payudara daripada pria. Mengalami menstruasi dini, serta menopause usia lanjut juga bisa menjadi faktor risiko lain penyebab kanker ini.

2. Usia

Usia tua merupakan salah satu faktor risiko pada kanker ini dan berbagai penyakit kronis lainnya. Dengan bertambahnya usia, risiko Anda semakin tinggi. Di Indonesia sendiri, risiko penyakit ini biasanya akan semakin meningkat saat usia wanita sudah berada di atas 45 tahun.

3. Riwayat keluarga

Ini artinya jika ada anggota keluarga Anda yang “sedarah” atau keluarga inti (ibu, anak, atau saudara kandung) yang menderita kanker di payudara atau indung telur, Anda pun berpotensi tinggi untuk mengalami hal serupa.

4. Gaya hidup

Misalnya kelebihan berat badan (obesitas), merokok, minum minuman beralkohol, serta minum pil KB, merupakan faktor risiko penyakit ini. Hal ini juga termasuk memiliki anak pertama di usia tua, tidak memiliki anak, dan menggunakan terapi sulih hormon (hormon replacement therapy).

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, faktor hormon, memiliki anak pertama di usia tua, tidak memiliki anak, dan menggunakan terapi sulih hormon juga termasuk ke dalam  faktor risiko penyakit ini.

Konsultasikan ke dokter guna mencari tahu informasi lebih lanjut terkait faktor lain yang jadi penyebab kondisi ini.

Bagaimana cara mencegah kanker payudara?

Cara ampuh untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari segala faktor risiko penyebabnya. Selain itu, mewaspadai gejala dengan deteksi dini juga langkah penting untuk mencegah penyakit ini.

Berikut ini beberapa cara deteksi dini untuk mewaspadai gejala penyakit ini yang dapat Anda lakukan.

1. Periksa payudara sendiri (SADARI)

Langkah paling mudah untuk mengetahui gejala kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI.

Tujuannya untuk memeriksa benjolan pada payudara. Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di rumah secara rutin. Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin akan membantu Anda untuk mengenali tekstur jaringan payudara normal.

2. Periksa payudara klinis (SADANIS) 

Pemeriksaan payudara klinis dapat dilakukan di rumah sakit, dengan bantuan dokter dan tim medis lainnya. Pemeriksaan ini bukan hanya dilakukan bagi orang yang menyadari adanya gejala penyakit ini, tapi juga bisa dilakukan oleh orang yang sehat.

3. Mammografi

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan mammografi secara rutin untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker di bagian payudara. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui gejala kanker payudara awal.

Berbeda dengan dua pemeriksaan sebelumnya, mammografi lebih tergolong sebagai deteksi penunjang kanker payudara.

Mammografi sendiri adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker di payudara.

Jika anda tertarik untuk membeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *