Apa itu Penyakit Diabetes ?

Apa itu penyakit Diabetes

Apa sih Penyakit Diabetes itu?

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Sepertinya penyakit ini semakin popular di masa sekarang ini. Penderita penyakit ini pun semakin hari semakin meningkat, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Yang paling mengerikan kabarnya diabetes tidak bisa disembuhkan, apakah benar atau hanya sekedar hoax ya?? Yuk kita cari tahu informasi lebih lanjut.

Karena banyak berita yang tersebar, ternyata penderita penyakit ini dapat terbebas dari masalah diabetesnya dengan menggunakan terapi herbal. Tentunya ini menjadi kabar gembira bagi para penderita penyakit ini.

diabetes

Berikut 3 tipe penyakit Diabetes : 

1. Tipe I

Suatu kondisi dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur kadar gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak dan remaja.

2. Tipe II

Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini paling banyak diderita saat ini sebanyak 90% penderita diabetes merupakan tipe ini, dan sering terjadi pada mereka yang berusia diatas 40 tahun, gemuk dan memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga.

3. Gestasional

Diabetes gestasional (diabetes kehamilan) terjadi bila simpanan insulin ibu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekstra pada kehamilan. 50% ibu hamil yang terkena diabetes gestasional akan menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Siapa saja yang dapat menderita Diabetes?

Penyakit ini dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga penyakit ini, lebih besar kemungkinannya untuk terkena penyakit ini. Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes.

Banyak faktor resiko penyakit ini, termasuk diantaranya:

  • Ayah atau Ibu, saudara laki-laki atau perempuan yang menderita penyakit ini (faktor keturunan)
  • Kegemukan
  • Usia diatas 45 tahun
  • Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 Kg
  • Tekanan darah tinggi
  • Angka Triglycerid (salah satu jenis molekuk lemak) yang tinggi
  • Level kolesterol yang tinggi
  • Gaya hidup modern yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan instan.
  • Perokok
  • Stress

Ada 4 hal yang harus diperhatikan penderita penyakit ini atau mereka yang berpotensi terkena penyakit ini, yaitu :

1. Pola Makan

  • Harus melakukan perencanaan makan 3J (Jadwal, Jumlah dan Jenis)
  • Jadwal makan diatur sedemikian rupa agar kadar gula tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Jumlah asupan kalori harus disesuaikan dengan berat badan ideal Anda.
  • Jenis makanan menentukan kecepatan naiknya kadar gula darah atau yang biasa disebut indeks glikemik.

2. Pola Olah raga

Bagi penderita penyakit ini penting sekali untuk berolahrag tetapi dengan ukuran dan frekuensi waktu tertentu secara teratur dan olah raga yang dianjurkan adalah cardio.

Baca Juga : Obat Alternatif penyakit Diabetes.

3. Pola Tidur

Penderita penyakit ini dan yang berpotensi terkena penyakit ini perlu memiliki jam tidur yang cukup dan teratur minimal 6 sampai 8 jam sehari. Agar pankreas juga ikut beristirahat.

4. Penggunaan Alat Bantu

Bisa berupa alat, obat atau suplemen tertentu. Obat atau suplemen tertentu diperlukan untuk melengkapi obat-obat medis agar Pankreas bisa berfungsi secara optimal dan menghindari resistensi oleh tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *