Apa itu Penyakit Kanker Esofagus

Apa itu Penyakit Kanker Esofagus?

Definisi

Kanker kerongkongan (kanker esofagus) adalah pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan (esofagus). Esofagus merupakan saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung.

Untuk mencapai lambung, apapun yang masuk ke dalam mulut Anda, terutama makanan dan minuman, harus melewati esofagus. Organ ini terletak tepat di belakang saluran pernapasan (trakea) dan di depan tulang belakang.

Esophageal cancer atau kanker kerongkongan bisa dialami oleh semua orang, tetapi lebih banyak dialami laki-laki yang berusia di atas 50 tahun.

Selain itu, sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya apabila tidak segera ditangani, seperti kelenjar limfa, pembuluh darah, paru-paru, hati, dan lambung.

Seberapa Umumkah Kanker Esofagus?

Kanker esofagus menduduki peringkat ke-9 jenis kanker yang paling sering terjadi, serta peringkat ke-6 jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia.

Penyakit ini tergolong endemik di beberapa negara, terutama di negara-negara berkembang, di mana penyakit ini menempati peringkat ke-4 kanker dengan angka kematian tertinggi.

Pada beberapa benua di dunia, seperti Asia dan bagian dari Afrika, penyakit ini lebih banyak terjadi. Beberapa faktor yang mungkin berperan adalah kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat.

Baca Juga : Memahami Hormon Hemoglobin.

Penyakit ini lebih banyak menyerang pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Perbandingan kejadiannya pada laki-laki dan perempuan adalah 4 banding 1.

Selain itu, penyakit ini biasanya terjadi pada pasien berusia lanjut, yaitu umur 50 atau 70 tahun ke atas. Rata-rata usia pasien yang terdiagnosis pertama kali dengan kanker ini adalah 68 tahun.

Kanker ini dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda.

Gejala-Gejala Kanker Esofagus

Pada awal kemunculan, kanker kerongkongan jarang menimbulkan gejala. Gejala biasanya baru muncul saat kanker sudah mencapai tahap lanjut. Gejala-gejala kanker esofagus meliputi:

  • Nyeri ulu hati.
  • Nyeri di tenggorokan atau di belakang tulang dada.
  • Batuk kronis yang terjadi terus menerus.
  • Sulit menelan (disfagia).
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Batuk berdarah atau muntah darah.
  • BAB berdarah atau berwarna gelap.

Sebab-sebab Penyakit Kanker Esofagus

Penyebab kanker esofagus belum dapat dipastikan. Namun, kanker ini diduga muncul karena sel-sel di dalam kerongkongan mengalami perubahan atau mutasi genetik, sehingga tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel abnormal tersebut menumpuk hingga membentuk tumor di dalam kerongkongan.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ini, antara lain:

  • Kebiasaan merokok

Kandungan racun dan senyawa berbahaya pada rokok dapat menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan

Sama seperti rokok, alkohol dapat membuat saluran esofagus mengalami iritasi dan peradangan yang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal

  • Kelainan esophagus, seperti Barret’s esophagus dan akalasia
  • Obesitas
  • Pola makan kurang serat
  • Radioterapi, misalnya untuk pengobatan kanker lain di daerah leher.

Pengobatan untuk Penyakit Kanker Esofagus

Pengobatan kanker esofagus akan disesuaikan dengan lokasi dan stadium kanker. Jenis-jenis pengobatan untuk kanker esofagus adalah:

1. Operasi

Operasi dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker yang kecil, sebagian esofagus yang terkena kanker (esofagektomi), atau sebagian esofagus dan bagian atas lambung (esofagogastrektomi). Dokter bedah bisa melakukan operasi dengan metode bedah terbuka atau dengan laparoskopi. Jenis operasi yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

2. Terapi target

Metode pengobatan ini ditujukan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker yang tumbuh di kerongkongan, menggunakan obat khusus.

3. Kemoterapi

Prosedur ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi, serta dikombinasikan dengan radioterapi.

Kemoterapi dapat menyebabkan sejumlah efek samping, di antaranya adalah mual, berat badan turun, diare, kelelahan, tidak nafsu makan, infeksi, mudah mengalami perdarahan dan memar.

4. Radioterapi

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar khusus untuk membunuh sel kanker. Biasanya terapi ini digabungkan dengan kemoterapi. Radioterapi dilakukan setiap hari, selama 2-6 minggu.

Efek samping yang dapat dirasakan pasien setelah menjalani radioterapi antara lain reaksi kulit seperti terbakar atau nyeri, sulit menelan makanan dan minuman, serta kerusakan pada organ di sekitar lokasi tumbuhnya tumor.

5. Terapi lainnya

Selain empat metode di atas, kanker esofagus juga dapat ditangani dengan beberapa prosedur di bawah ini:

  • Imunoterapi, untuk meningkatkan sistem imun untuk menyerang sel kanker dengan obat khusus.
  • Elektrokoagulasi, untuk menghancurkan sel kanker dengan aliran listrik.
  • Krioterapi, untuk membekukan dan membantu mengecilkan sel kanker.

Kanker esofagus dapat menyebabkan penderitanya kesulitan menelan (disfagia). Kondisi ini berisiko menyebabkan penderita kekurangan nutrisi. Untuk mengatasi disfagia, dokter dapat meminta pasien untuk memperbaiki pola makan, melatih otot di kerongkongan, dan memperbaiki posisi tubuh saat makan.

Komplikasi pada Penyakit Kanker Esofagus

Kanker esofagus dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, yaitu:

  • Penyumbatan esofagus
  • Nyeri di sekitar leher
  • Perdarahan esofagus
  • Komplikasi setelah operasi

Penanganan yang bisa dilakukan jika terjadi komplikasi antara lain menghilangkan sumbatan esofagus dengan memasang alat medis khusus untuk menjaga agar esofagus tetap terbuka. Tindakan lainnya adalah pemasangan selang untuk memberikan asupan makanan, jika penderita sulit menelan setelah menjalani operasi esofagus.

Jika anda tertarik untuk membeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *