Apa itu Penyakit Osteoporosis?

Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan massa tulang mengalami penurunan yang mengakibatkan terjadinya pengeroposan pada tulang. Sehingga membuat tulang tubuh menjadi lemah dan mudah patah. Namun, osteoporosis umumnya tidak menimbulkan gejala.

Bagian dalam ulang yang sehat normalnya tampak memiliki banyak ruang kecil persis seperti sarang lebah. Pengeroposan tulang akan membuat ruangan-ruangan tersebut menjadi lebih lebar.

Kondisi ini lambat laun membuat tulang kehilangan kekuatannya sehingga menjadi lebih rapuh, hingga bahkan rentan patah akibat trauma kecil. Pertumbuhan tulang bagian luar juga cenderung lebih lemah dan tipis daripada seharusnya.

Patah tulang akibat pengeroposan biasanya lebih sering terjadi pada panggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis. Sayangnya, beberapa tulang seperti tulang panggul yang sudah rusak tidak dapat sembuh.

Banyak orang berpikir bahwa osteoporosis terjadi secara alami dan tidak dapat dihindari karena bagian dari penuaan. Masalah tulang keropos memang sering tidak terdeteksi dan tidak diketahui hingga tulang tersebut akhirnya patah.

Meski begitu, ahli medis menyakini kalau osteoporosis sebenarnya bisa dicegah. Bahkan orang yang sudah menderita osteoporosis dapat melakukan pencegahan atau memperlambat perkembangannya untuk menurunkan risiko terjadinya patah tulang kembali.

Baca Juga : Mengenal susu kambing murni etawa bermutu

Penderita Osteoporosis di Indonesia

Di Indonesia, sebanyak 23 persen wanita berusia 50-80 tahun dan 53 persen wanita berusia 70-80 tahun mengidap osteoporosis, berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2006. Risiko wanita mengidap osteoporosis empat kali lebih besar dibandingkan dengan risiko pada pria.

Meski begitu, umumnya osteoporosis dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause, osteoporosis juga dapat terjadi pada pria, wanita yang  berusia lebih muda, dan anak-anak. Kekurangan kalsium diperkirakan menjadi penyebab terjadinya kasus osteoporosis di Indonesia.

Apa Saja Gejala Osteoporosis?

Umumnya tidak ada tanda-tanda awal terjadinya osteoporosis pada masa menurunnya kepadatan tulang. Namun, beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera/keretakan tulang.

Berkurangnya kepadatan dapat membuat tulang rentan untuk retak. Keretakan biasanya terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.

Faktor Risiko Berkembangnya Osteoporosis

Tulang Anda terus beregenerasi dari waktu ke waktu. Ini berarti tulang yang telah rapuh akan terganti dengan tulang baru. Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat.

Pada rentang usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti tumbuh, sementara massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20-an. Namun proses ini melambat seiring dengan pertambahan usia manusia. Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun.

Apa saja pilihan pengobatan untuk Osteporosis?

Jika Anda benar dinyatakan mengalami pengeroposan tulang, dokter akan menentukan rencana perawatan terbaik berdasarkan kondisi kesehatan Anda. Biasanya, Anda akan dianjurkan untuk mengubah gaya hidup demi menurunkan risiko patah tulang.

Perubahan gaya hidup yang dapat membantu pengobatan osteoporosis adalah:

1. Berolahraga secara teratur

Olahraga merupakan komponen penting dari program pencegahan dan terapi untuk osteoporosis. Olahraga tidak hanya meningkatkan kesehatan tulang Anda, Tamun juga meningkatkan kekuatan, koordinasi, dan keseimbangan otot, dan meningkatkan kesehatan Anda.

Walaupun olahraga baik untuk orang dengan osteoporosis, tidak sebaiknya olahraga dilakukan mendadak atau berlebihan menyiksa tulang Anda.

Baca Juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

2. Memenuhi asupan kalsium dan vitamin D

Sebaiknya penuhi kebutuhan kalsium (minimal 1200 mg/hari) dan vitamin D (minimal 800 IU/hari). Pilih sumber makanan yang mengandung berbagai vitamin, mineral, serta beragam nutrisi penting lainnya untuk tubuh. Ambil contoh seperti produk susu rendah lemak, sayuran berdaun hijau gelap, tahu, tempe, serta berbagai olahan kedelai.

Jika perlu, Anda bisa minum suplemen kalsium dapat meningkatkan asupan kalsium, dan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Anda bisa mengonsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan kebutuhan penggunaan suplemen kalsium.

Selain itu, berhenti merokok, mengurangi bahkan menghentikan konsumsi alkohol, serta rutin melakukan terapi dapat membantu memperlambat atau menghentikan pengeroposan tulang untuk mencegah patah tulang sekaligus menurunkan risiko terjatuh.

3. Obat

Dokter juga bisa meresepkan obat untuk membantu menjaga kepadatan dan komposisi tulang. Obat yang umum digunakan untuk osteoporosis adalah bifosfonat. Obat ini bisa diberikan dengan cara diminum lewat mulut (oral) maupun melalui suntikan (injeksi).

Tujuannya untuk membantu mencegah dan memperlambat hilangnya massa tulang, serta merangsang peningkatan massa tulang serta pembentukan tulang baru. Berbagai macam obat bifosfonat meliputi:

  • Alendronic Acid (Fosamax)
  • Ibandronic Acid (Boniva)
  • Zoledronic Acid (Reclast)

Obat-obatan ini juga dianjurkan sebagai pengobatan tambahan dalam terapi hormon.

4. Terapi hormon

Jika pengeroposan tulang yang Anda alami disebabkan oleh rendahnya kadar hormon tertentu, dokter biasanya akan menyarankan terapi hormon. Terapi ini bisa membantu meningkatkan kadar hormon rendah pada pria dan wanita.

Pada pria, osteoporosis dapat berkaitan dengan penurunan kadar testosteron seiring bertambahnya usia. Terapi penggantian testosteron dapat membantu meningkatkan kadar testosteron.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum minum obat atau melakukan pengobatan untuk membantu memulihkan osteoporosis. Kenali efek samping dan sesuaikan manfaat obat tersebut dengan kondisi kesehatan tubuh Anda.

5. Asupan Gizi yang seimbang

Dengan mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna tubuh kita akan mempunyai badan yang sehat. Banyak di kalangan masyarakat yang kurang memperhatikan asupan susu untuk diri sendiri. Padahal susu dapat membantu memelihara kesehatan. Minimal mengkonsumsi susu sehari 1x untuk asupan gizi yang seimbang.

Jika anda tertarik untuk mebeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini. Atau kunjungi salah satu website kami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *