Bahaya Pembekuan Darah Di Otak

Bahaya Pembekuan Darah Di Otak

Apa itu Pembekuan Darah?

Pembekuan atau penggumpalan darah memainkan peranan penting dalam proses penyembuhan tubuh, namun juga dapat menciptakan masalah serius jika pembekuannya terjadi di dalam vena dan arteri yang mengalirkan darah ke dan dari jantung.

Hal ini juga dikenal dengan sebutan koagulasi, fungsi utama dari pembekuan darah adalah mencegah darah mengalir secara bebas dari luka yang terbuka. Untuk membekukan darah, trombosit dan plasma menarik satu sama lain dan melepaskan zat kimia yang akan menghentikan pendarahan eksternal. Setelah pembuluh darah yang pecah, sembuh, tubuh akan menyerap dan menguraikan darah menggumpal.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Kemampuan tubuh untuk menguraikan gumpalan darah sangatlah penting, namun dalam beberapa kasus, terjadi kegagalan. Salah satu komplikasi pembekuan darah yang paling umum, disebabkan oleh kondisi yang disebut Trombosis Vena Dalam. Kondisi ini dikarakteristikan dengan terbentuknya gumpalan darah dalam vena, yang biasanya terletak di kaki.

Arteri mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke berbagai organ. Setelah oksigen dikonsumsi, darah dialirkan kembali ke jantung lewat vena. Namun, saat gumpalan darah terbentuk dalam vena, darah mulai numpuk di belakang gumpalan, dan tidak dapat mengalir kembali ke jantung.

Ini dapat menyebabkan jantung gagal untuk menerima nutrisi yang cukup. Terlebih lagi, jika gumpalan terlepas, maka dapat mengarah ke jantung dan menyebabkan beragam masalah. Sementara, jika gumpalan menemukan jalan ke arteri yang mengalirkan darah ke otak, maka dapat menyebabkan stroke.

Penyebab Pembekuan Darah

Saat gumpalan darah terbentuk untuk menutup pembuluh darah yang terkoyak akibat lesi pada kulit, maka hal itu dianggap normal dan jarang menimbulkan komplikasi. Namun, saat gumpalan darah terbentuk di dalam vena dan arteri, masalah medis dapat muncul. Ini dapat disebabkan oleh kerusakan pada lapisan dalam vena, aliran yang tidak normal dan lamban, atau jika darah lebih kental dari biasanya dan lebih rentan terhadap pembekuan.

Resiko terbentuknya pembekuan darah tidak normal atau Trombosis Vena Dalam dapat meningkat, karena:

  • Merokok
  • Obesitas
  • Kehamilan
  • Cedera
  • Riwayat pembekuan darah tidak normal atau Trombosis Vena Dalam
  • Usia
  • Terapi penggantian hormon
  • Kanker
  • Pil KB
  • Duduk dan diam dalam waktu yang lama
  • Gagal jantung

Baca Juga : Bahaya Penyakit Jantung Bocor

Gejala Utama Pembekuan Darah

Jika Anda memiliki resiko pembentukan gumpalan darah di vena dan/atau arteri, Anda harus menyadari gejalanya sehingga Anda dapat mencari bantuan medis dengan segara. Hubungi dokter Anda atau cari konsultasi kesehatan, jika Anda merasakan:

  • Rasa berat pada dada
  • Nyeri dada
  • Pusing ringan
  • Napas pendek
  • Mengeluarkan keringat di saat tidak biasa
  • Otot muka melemah
  • Otot tangan dan kaki melemah
  • Sulit berbicara
  • Masalah pengelihatan
  • Pusing
  • Sakit kepala parah
  • Bengkak pada tangan dan kaki
  • Batuk darah
  • Nyeri perut parah
  • Diare

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda. Jika anda tertarik untuk membeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *