Berbahayakah Mimpi Buruk?

Penyakit Mimpi Buruk | www.susukambing.id

Mimpi buruk pada anak-anak terjadi pada saat fase tidur bermimpi atau pada fase REM (rapid eye movement). Pada saat mengalami mimpi buruk, anak-anak dapat terbangun dan mengingat mimpi yang dialami. Kebanyakan anak-anak mengalami mimpi buruk dan tidak mengganggu. Namun, bila mimpi buruk tersebut diduga akibat pengalaman yang tidak menyenangkan sebelumnya dan mimpi tersebut terjadi berulang-ulang dengan tema yang sama, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.

Meskipun seringkali terjadi pada anak-anak, mimpi buruk dapat juga terjadi pada orang dewasa. Mimpi buruk pada orang dewasa baru dikategorikan berbahaya jika menyebabkan gangguan tidur, stres, dan muncul secara rutin. Jika seseorang mengalami gangguan beraktivitas sehari-hari akibat mimpi buruk, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter atau psikiater.

Gejala Mimpi Buruk

Seperti yang sudah dikatakan, mimpi buruk ini terjadi saat fase tidur REM, yaitu saat tengah malam sampai menjelang pagi. Tema dari mimpi buruk ini sendiri bermacam-macam, dapat berupa kemunculan makhluk yang aneh ataupun diculik seseorang. Saat mengalami mimpi buruk, anak-anak dapat bersuara, berteriak, dan menjerit, akan tetapi jarang melakukan gerakan. Anak-anak juga bisa terlihat berkeringat dan bernapas dengan cepat saat mengalami mimpi buruk. Sama seperti anak-anak, orang dewasa juga dapat mengalami mimpi buruk yang berhubungan dengan ancaman, keamanan, dan keselamatan diri. Mimpi buruk ini seringkali membuat seseorang sulit untuk tidur kembali. Namun, mimpi buruk baru dapat dikategorikan sebagai gangguan atau kelainan, bila:

  1. Sering terjadi.
  2. Menyebabkan rasa kantuk, lelah, dan lesu pada siang hari.
  3. Sulit berkonsentrasi dan mengingat.
  4. Kecemasan dan ketakutan pada saat tidur ataupun bangun.
  5. Gangguan perilaku yang membuat penderita takut pada saat tidur atau takut ruangan gelap dan malam hari.
  6. Mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk prestasi di sekolah ataupun produktivitas kerja.

Baca Juga : Ternyata Tidur Berjalan adalah Penyakit.

Penyebab Mimpi Buruk

Hingga saat ini penyebab mimpi buruk pada orang dewasa dan anak-anak belum diketahui dengan pasti. Namun, beberapa faktor seperti gangguan dalam proses perkembangan, genetik, psikologis, serta kelainan fisik dapat berkontribusi terhadap terjadinya mimpi buruk. Beberapa faktor yang dapat memicu seorang anak mengalami mimpi buruk adalah rasa cemas atau takut bila jauh dari orang tua atau pengasuhnya (separation anxiety) atau rasa cemas anak secara umum terhadap hal lain, mengalami retardasi mental, depresi, demam, atau adanya gangguan pada otak serta saraf tulang belakang.

Mimpi buruk seringkali terjadi spontan, terutama pada orang dewasa. Pada orang dewasa, mimpi buruk dapat dipicu oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea dan restless leg syndrome, yaitu dorongan untuk bergerak pada saat Anda ingin tidur. Secara umum, mimpi buruk dapat muncul karena dipicu oleh beberapa hal, seperti:

– Kurang tidur. Perubahan jadwal tidur yang menyebabkan kurangnya jam tidur dapat memicu munculnya mimpi buruk. Insomnia juga dapat meningkatkan risiko munculnya mimpi buruk.

– Trauma. Trauma yang dialami seperti kecelakaan, cedera atau pelecehan seksual dapat memicu munculnya mimpi buruk. Mimpi buruk seringkali muncul pada penderita post-traumatic stress disorder (PTSD).

– Stres dan cemas. Munculnya stres akibat aktivitas sehari-hari (misalnya kegiatan sekolah atau pekerjaan), akibat kesedihan mendalam (misalnya kematian keluarga), ataupun kecemasan terhadap suatu hal dapat memicu mimpi buruk.

– Obat-obatan. Beberapa obat-obatan, terutama obat antidepresan, dapat memicu mimpi buruk.

– Membaca buku atau menonton film seram.

– Konsumsi alkohol atau penggunaan narkoba.

Sekitar 7% orang yang mengalami mimpi buruk berulang, memiliki riwayat keluarga yang juga mengalami mimpi buruk.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Penanganan Mimpi Buruk pada Anak-anak

Jika anak Anda sering mengalami mimpi buruk, cobalah untuk melakukan aktivitas santai dan menenangkan sebelum tidur, seperti membacakan buku kepada anak. Biarkan anak tidur dengan barang seperti selimut, bantal, atau sarung bantal favoritnya.

Bila terjadi mimpi buruk dan Anda melihatnya, cobalah untuk tenang. Setelah anak bangun, cobalah untuk menenangkannya dan membuat dia senyaman mungkin dengan tidur di sampingnya. Pandu anak Anda untuk melakukan terapi sederhana, yaitu dengan menarik napas dalam-dalam.

Penanganan Mimpi Buruk pada Orang Dewasa

Pengobatan mimpi buruk pada orang dewasa diperlukan jika kondisi tersebut sudah mengganggu kesehatan serta kegiatan sehari-hari.

Apabila gangguan mimpi buruk diakibatkan oleh masalah psikologi, seperti gangguan kecemasan dan stres, dokter biasanya akan menyarankan konseling atau membantu pasien melalui teknik-teknik pereda stres.

Jika anda tertarik untuk mebeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *