Cari Tau Yuk Penyakit Hipersomnia

Penyakit Hipersomnia | www.susukambing.id

Hipersomnia adalah kondisi seseorang yang ditandai dengan episode berulang kantuk di siang hari yang berlebihan atau tidur nyenyak di malam hari yang berlebihan. Orang yang mengalami penyakit ini dapat tertidur kapan saja, misalnya di tempat kerja atau saat mereka mengemudi.

Mereka mungkin memiliki masalah terkait tidur lainnya, termasuk kurangnya energi dan kesulitan berpikir jernih. Menurut National Sleep Foundation, hingga 40% orang memiliki beberapa gejala penyakit ini dari waktu ke waktu.

Jenis Hipersomnia

Ada 2 jenis, yaitu hipersomnia primer dan sekunder. Primer terjadi tanpa adanya kondisi medis lain. Satu-satunya gejala adalah kelelahan yang berlebihan.

Sekunder disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Ini dapat termasuk sleep apnea, penyakit Parkinson, gagal ginjal, dan sindrom kelelahan kronis. Kondisi ini menyebabkan tidur yang buruk di malam hari, membuat Anda merasa lelah di siang hari.

Penyakit ini tidak sama dengan narkolepsi, yang merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan serangan tidur tiba-tiba yang tidak dapat dicegah selama siang hari. Orang dengan penyakit ini akan tetap terjaga dengan sendirinya, tetapi mereka merasa lelah.

Baca Juga : Tentang Penyakit Insomnia.

Penyebab Hipersomnia

Hipersomnia primer diduga disebabkan oleh masalah dalam sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun. Hipersomnia sekunder adalah hasil dari kondisi yang menyebabkan kelelahan atau kurang tidur. Misalnya, sleep apnea dapat menyebabkan hipersomnia karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas di malam hari, memaksa orang untuk bangun beberapa kali sepanjang malam. Berikut penyebab Penyakit ini yang lainnya:

– Penyakit ini mungkin disebabkan oleh kelainan tidur lainnya (seperti narkolepsi atau sleep apnea), disfungsi sistem saraf otonom, atau penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol

– Dalam beberapa kasus, hipersomnia dapat diakibatkan oleh masalah fisik, seperti tumor, trauma kepala, atau cedera pada sistem saraf pusat

– Pengobatan tertentu, atau menghentikan obat tertentu ketika sudah kecanduan (putus obat), juga dapat menyebabkan hipersomnia

– Kondisi medis termasuk multiple sclerosis, depresi, ensefalitis, epilepsi, atau obesitas dapat menyebabkan gangguan ini

– Beberapa orang tampaknya memiliki predisposisi genetik terhadap penyakit ini; dan pada kasus lain, tidak diketahui penyebabnya

– Biasanya, hipersomnia pertama kali dikenali pada masa remaja atau dewasa muda.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Mengobati Hipersomnia

Pengobatan bersifat simtomatik. Perubahan perilaku, misalnya menghindari kerja malam dan aktivitas sosial yang menunda waktu tidur, dan diet mungkin dapat membantu. Pasien harus menghindari alkohol dan kafein.

Obat-obatan

  • Stimulan seperti berikut mungkin diresepkan
  • Amfetamin
  • Methylphenidate (Concerta, Metadate CD, Metadate ER, Methylin, Methylin ER, Ritalin, Ritalin LA, Ritalin-SR)
  • Modafinil (Provigil)

Obat lain yang digunakan untuk mengobati penyakit ini meliputi:

  • Clonidine (Catapres)
  • Levodopa (Larodopa)
  • Bromokriptin (Parlodel)
  • Antidepresan
  • Penghambat monoamine oxidase

Jika anda tertarik untuk mebeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *