Penyakit Insomnia

Penyakit Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. Gangguan tersebut menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi kualitas hidup, serta kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tidur yang tidak cukup akan menimbulkan gangguan fisik dan mental. Pada umumnya, butuh 8 jam tidur dalam sehari untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Terdapat dua tipe insomnia yaitu primer dan sekunder. Insomnia primer adalah yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Sedangkan insomnia sekunder adalah yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, misalnya radang sendi, asma, depresi, kanker, atau refluks asam lambung (GERD). Insomnia sekunder juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan atau alkohol.

Seberapa umumkah insomnia?

Sebuah studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa perkiraan 27% pasien yang disurvei melaporkan “kesulitan tidur”. Kondisi ini mempengaruhi perempuan lebih banyak dari laki-laki. Perempuan dipercaya lebih sensitif dengan perubahan sehingga lebih rentan dengan kecemasan dan depresi-masalah medis yang menyebabkan penyakit ini.

Kondisi ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun. Namun, peluangnya semakin meningkat pada orang yang sudah tua. Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala Insomnia

Penyakit ini ditandai dengan sulit tidur atau tidur yang tidak nyenyak. Akibatnya, penderita penyakit ini dapat mudah marah dan depresi. Gejala itu dapat memicu gejala lain, seperti:

  • Mengantuk pada siang hari.
  • Mudah lelah saat beraktivitas.
  • Sulit fokus dalam beraktivitas.

Sulit tidur dapat membuat penderita insomnia kurang konsentrasi, sehingga berisiko mengalami kecelakaan. Penyakit ini juga dapat menurunkan daya ingat dan gairah seks, serta menimbulkan gangguan fisik dan mental.

Penyebab dan Faktor Risiko Insomnia

Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih berisiko terjadi pada orang lanjut usia, dan seseorang yang memiliki gangguan kesehatan. Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Stres
  • Kecemasan
  • Kebiasaan tidur yang buruk
  • Kebanyakan makan
  • Kafein
  • Alkohol
  • Kondisi medis lainnya
  • Penggunaan Obat

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk insomnia?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini, seperti:

  • Jenis kelamin. Perubahan hormon selama siklus menstruasi dan menopause, menimbulkan gejala hot flashes dan keringat di malam hari sehingga menimbulkan gangguan tidur.
  • Umur. Bila Anda memiliki usia lebih dari usia 60 karena perubahan pola tidur dan kesehatan. Insomnia meningkat seiring dengan peningkatan usia.
  • Masalah mental. Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan stres pasca-trauma dapat menimbulkan gangguan tidur.
  • Pekerjaan Anda. Jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk bekerja di malam hari atau sistem shift, ini meningkatkan risiko Anda terkena insomnia karena jam biologis tubuh mengalami perubahan.
  • Perjalanan. Anda berisiko lebih tinggi untuk insomnia jika Anda harus melakukan perjalanan jarak jauh. Jet lag dari bepergian melintasi beberapa zona waktu dapat menyebabkan insomnia.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Apa saja komplikasi insomnia?

Tidur adalah kebutuhan yang harus Anda penuhi supaya sistem dalam tubuh dapat bekerja secara normal. Jika gangguan tidur terus terjadi, bukan hanya kesehatan fisik yang akan berdampak negatif. Kesehatan jiwa juga ikut terganggu. Ini menyebabkan kualitas hidup orang dengan gangguan tidur menjadi menurun .

Beberapa komplikasi insomnia yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Prestasi di sekolah di tempat kerja akan menurun
  • Reaksi untuk merespons suatu jadi lebih lambat sehingga berisiko tinggi dengan kecelakaan
  • Dapat mengembangkan penyakit kejiwaan, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Jika sudah memiliki maka gejalanya akan semakin parah
  • Meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung karena jam biologis tubuh berubah

Pengobatan Insomnia

Penyakit ini bisa diatasi dengan beberapa cara, misalnya penggunaan obat-obatan, terapi perilaku kognitif, atau kombinasi keduanya. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi tiap pasien. Jika diperlukan, dokter akan memberi pasien obat tidur untuk beberapa minggu.

Insomnia bisa dicegah dengan cara:

  • Hindari banyak makan dan minum sebelum tidur.
  • Hindari atau batasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.
  • Usahakan aktif di siang hari agar terhindar dari tidur siang.

Jika anda tertarik untuk mebeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *