Perbedaan Susu Kambing dengan Sapi

Perbedaan Susu Kambing dengan Sapi

Ada berbagai macam rasa bahkan dikemas dalam bentuk menarik. Dengan bahan ini beragam minuman dan makanan olahan biasa kita nikmati sehari-hari. Susu menjadi salah satu minuman favorit bagi masyarakat Indonesia. Di pasaran pada kita mengenal tiga jenis susu, susu sapi, susu kuda, dan susu kambing. Sayangnya, popularitas susu kambing belum seterkenal popularitas susu sapi. Padahal susu kambing juga mengandung banyak manfaat yang tidak terduga. Nah, karena keduanya diyakini sama-sama memiliki banyak manfaat kesehatan, lantas, mana yang lebih baik: susu sapi atau susu kambing? Baca terus untuk mengetahui jawabannya.

Perbedaan susu kambing dan susu sapi :

1. Segi rasa

Rasa susu sapi dan susu kambing bisa dibilang sebelas dua belas karena komposisi kandungan keduanya serupa. Namun, cita rasa akhirnya bisa sangat berbeda saat sudah diolah. Banyak yang mengatakan kalau rasa susu kambing sedikit lebih manis. Namun, ada juga orang yang menganggap susu kambing yang dijual di kebanyakan toko memiliki rasa anyir khas bau kambing yang terlalu kuat akibat metode pengolahan, pengemasan, dan pasteurisasi.

2. Tingkat pemicu alergi

Ada beberapa orang yang alergi susu sapi, terutama anak-anak. Alergi susu adalah bentuk reaksi tubuh terhadap kandungan protein di dalam susu. Nah, kandungan protein yang paling umum ditemukan pada susu hewani adalah alpha S1 kasein. Dalam susu kambing, kandungan protein kaseinnya lebih sedikit dibanding susu sapi. Itu sebabnya susu kambing lebih aman dijadikan alternatif bagi orang-orang yang alergi susu sapi.

Baca Juga : Mengenal macam-macam penyakit pernapasan.

Efek samping alergi susu sapi antara lain muntah, diare, ruam kulit, hingga yang serius bisa membuat syok anfilaksis. Bagi Anda yang mungkin mengalami alergi protein, Anda bisa mencukupi kebutuhan susu harian Anda dengan mengonsumsi susu kambing sebagai pilihannya.

3. Kemudahan dicerna tubuh

Meskipun mengandung lemak yang sedikit lebih banyak dibanding susu sapi, namun molekul lemak dalam susu kambing lebih kecil sehingga menghasilkan buih yang lebih kecil dan lembut. Hal inilah yang memungkinkan enzim pencernaan memecahnya lebih cepat dan halus untuk memproduksi energi. Tubuh hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencerna secangkir susu kambing. Itu sebabnya, banyak orang lebih memilih susu kambing karena alasan ini.

4. Toleransi laktosa

Gula dalam susu disebut laktosa. Beberapa orang mungkin memiliki kadar enzim laktase (yang bertanggung jawab mencerna laktosa) lebih rendah. Kadar enzim laktase yang rendah inilah yang menyebabkan orang mengalami intoleransi terhadap laktosa. Orang yang intoleransi terhadap laktosa umumnya akan mengeluhkan kram, kembung, mual, hingga diare.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Kesimpulan

Pada akhirnya, pilihan untuk mengonsumsi susu sapi atau susu kambing akan tergantung pada selera dan kebutuhan Anda masing-masing. Pada dasarnya kedua susu hewani ini sama-sama bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada “World Review of Nutrition and Dietetics” melaporkan bahwa kedua susu ini dapat membantu melindungi tubuh dari “kanker kolorektal atau kanker usus besar”. Selain itu disebutkan pula dalam penelitian tersebut bahwa susu kambing tidak lebih baik atau pun lebih buruk daripada susu sapi.

Jika anda tertarik untuk membeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *