Susah Menelan Makanan (Disfagia) ?

Susah Menelan Makanan Disfagia

Disfagia adalah sebuah istilah medis yang artinya sulit menelan. Disfagia adalah kondisi saat tubuh Anda memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung Anda. Kerongkongan adalah saluran berotot yang menyambungkan tenggorokan (faring) dengan lambung. Kerongkongan memiliki panjang sekitar 20 cm, dan dilapisi dengan jaringan lembap berwarna merah muda yang disebut mukosa.

Sebelum memasuki lambung, kerongkongan melalui diafragma. Penyakit ini biasanya adalah pertanda dari masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, saat Anda makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan cukup. Ini bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, disfagia yang berkepanjangan dapat mengindikasi kondisi medis serius yang memerlukan perawatan.

Baca juga : Informasi tentang kesehatan lainnya. Klik disini!

Seberapa umumkah disfagia (susah menelan)?

Disfagia umum terjadi. Walau dapat terjadi pada siapa saja, disfagia paling sering ditemukan pada lansia, bayi, dan orang yang memiliki gangguan pada otak atau sistem saraf. Penyakit ini dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Sebab-sebab Terjadinya Disfagia

Disfagia orofaringeal penyebab pada umumnya, karena kelainan otot dan saraf di daerah tenggorokan. Antara lain adalah:

  • Penyakit Parkinson,
  • Kerusakan saraf akibat radioterapi atau pembedahan,
  • Sindrom pasca polio,
  • Multiple sclerosis,
  • Kanker pada esofagus, kepala, atau leher.

Disfagia esofageal penyebab pada umumnya, karena perasaan adanya benda yang menyumbat di daerah kerongkongan. Antara lain adalah:

  • Ketegangan otot pada bagian kerongkongan bawah,
  • Penyempitan bagian kerongkongan bawah karena terbentuknya jaringan parut, misalnya setelah radioterapi,
  • Pembengkakan atau penyempitan esofagus akibat peradangan atau penyakit GERD,
  • Adanya benda yang menyumbat pada kerongkongan atau tenggorokan.

Seseorang akan lebih mudah mengalami penyakit ini seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini disebabkan oleh kelemahan otot yang terjadi secara natural serta meningkatnya risiko mengalami penyakit-penyakit penyebab disfagia. Selain itu, penderita kelainan saraf juga lebih mudah mengalami penyakit ini dibanding orang yang tidak menderita kelainan saraf.

Pengobatan Untuk Disfagia

  1. Mengganti makanan yang Anda konsumsi. Dokter dapat meminta Anda untuk mengonsumsi makanan dan cairan tertentu untuk mempermudah menelan. Seperti mengganti minuman Kopi dengan Susu.
  2. Dilasi. Suatu alat diletakkan pada kerongkongan Anda untuk melebarkan area pada kerongkongan yang sempit. Anda mungkin memerlukan penanganan ini lebih dari sekali.
  3. Operasi. Jika Anda memiliki sesuatu yang menyumbat kerongkongan Anda (seperti tumor atau divertikula), Anda mungkin memerlukan operasi untuk mengangkatnya. Operasi juga kadang digunakan pada orang yang memiliki masalah yang mengganggu otot kerongkongan bagian bawah (achalasia).
  4. Obat-obatan. Jika Anda mengalami disfagia yang terkait dengan asam lambung, maag, atau esofagitis, obat-obatan yang diresepkan dokter dapat membantu mencegah asam lambung masuk ke dalam kerongkongan. Infeksi pada kerongkongan biasanya diobati dengan obat-obatan antibiotik.

Jika anda tertarik untuk membeli susu kambing atau menjadi distributor, bisa chat dengan kami disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *